SMAN 1 Cibadak

Vidya Dharma Anoraga

Assalamualaikum waarahmatullahi wabarakaatuh

Perkenalkan nama saya Wanda Resna Tedy Setiawan, kelas XI IPS 3, saya disini akan menceritakan tentang pengalaman Yang sangat luar biasa  mengenai program siswa mengenal nusantara ( SMN 2019 ).

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) ditujukan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini kepada siswa SMA/SMK/SLB. Disini saya akan menceritakan sekilas tentang pengalaman saya.

Sebuah rasa kehilangan yang harus dialami disaat harus meninggalkan ibu, saudara Dan teman- teman yang berada di Cibadak – Pelabuhanratu. Semua rasa yang dialami saat itu semuanya terbayar oleh rasa kagum, bahagia dan gembira setelah melihat betapa indahnya kaltim ( kalimantan timur ) yang saya bisa sebut dengan kata “ The paradise of Indonesia “ karena sangat kaya akan sumber daya, budaya yang tidak pernah punah Dan hingga saat ini di era modern yang penuh dengan teknologi tetap melestarikanya.

Saya sangat bingung untuk memilih tempat mana yang saya sangat sukai dikarenakan semua tempat yang saya kunjungi merupakan tempat Yang sangat indah. Tempat Yang sangat berkesan bagi saya adalah disaat kita mengunjungi tempat “ Hutan Mangrove Dan Bengkatan “.

Rasanya seperti mimpi untuk melihat hutan diatas air. Hutan mangrove yang saya kunjungi saat ini adalah Hutan mangrove Yang berada di kota Balikpapan dibentuk sebagai fungsi konservasi, taman kota, wisata alam, pendidikan lingkungan, penelitian, dan pengembangan serta menambah habitat bagi flora dan fauna.

Dengan senyuman Yang tak pernah surut dari wajah untuk membuat sebuah kisah berkaitan dengan judul Topi Yang tertinggal, sangat terkesanya saya melihat burung Elang terbang mengelilingi hutan mangrove hingga topi saya terbang ke sungai, sungguh sebuah kesedihan bagi saya karena di topi tersebut banyak sekali kenangan- kenangan namun saya sadar bahwa waktu saya di tempat yang amat indah ini pun akan berakhir.

Saya sadar bahwa topi Yang tertinggal pun melambangkan sesuatu untuk saya bahwa saya harus meninggalakan segala keburukan Dan kesedihan. Yang harus dikenang oleh teman- teman, pendamping beserta orang- orang Yang saya kenal selama di kalimantan timur tepatnya di Kota Balikpapan tolong kenang saya di hati, kenang senyum, tawa, tangis, baik Dan marah saya karena semua itu merupakan sebuah kenangan.

Banyak sekali hal luar biasa Yang saya dapat Kan, saya sangat berterima kasih kepada program Siswa Mengenal Nusantara ( smn ), BUMN, BNI, Biofarma, Pt Tirta, Lens Industri. Special thanks to para pembina, guru dan orang tua angkat. Saya Masih inget senyuman hangat setiap pagi dari ibu angkat Yang selalu bertanya hari apa kegiatanmu nda, atau makan yang banyak biar kuat itu adalah salah satu hal yang membuat saya sangat betah dan merasa seperti rumah sendiri.

Pesan moral yang saya bisa sampaikan adalah “ if its not me, then who? And if Its not now then when? “ untuk melestarikan hutan, alam maupun budaya itu harus oleh kita sendiri karena jika bukan kita generasi muda lalu oleh siapa? Dan jika bukan sekarang kita mulai melindungi dan memprioritaskan hutan/ budaya lalu kapan? Karena semua itu butuh proses dan jika tidak ada proses maka tidak akan ada hasil. Pada akhirnya jangan pernah selali jika budaya dan alam sekitar kita itu hancur/ punah karena pada awalnya kita tidak pernah usaha untuk melindunginya, maka dari itu ayo sama- sama kita lindungi dan kita jaga budaya/ alam kita.[]

1 komentar pada “Topi yang Tertinggal”
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post terkait

NGLS 33

Guruku Pahlawanku

PELANTIKAN PENGURUS OSIS-MPK 2019/2020