SMAN 1 Cibadak

Vidya Dharma Anoraga

Bagi kita yang mengisi liburan dengan berkebaun atau pergi ke hutan tentu tidak asing lagi dengan yang namanya “daun”. Kita dengan mudah menemukannya di sana. Sadarkah kita bahwa dengan mengamati daun saja kita akan menemukan banyak pelajaran.

Ibnu Qayyim Aljauziyah dalam bukunya “Kunci Kebahagiaan” menuturkan perihal ini sebagai berikut:

Perhatikanlah hikmah daun! Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat. Ada yang besar-besar, panjang, dan lebar. Ada yang kecil-kecil, terselempit di antara yang besar-besar tersebut, tersusun dengan rapi dan menakjubkan. Kalau yang membuatnya manusia, setahun penuh satu daun tidak selesai. Tentu mereka memerlukan alat-alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya. Tapi Allah SWT, Sang Maha Pencipta dan Maha Tahu, dalam beberapa hari saja menebarkan daun-daun yang memenuhi bumi, dataran rendah dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu. Yang berlaku hanya kehendak-Nya yang pasti terlaksana dalam sagala hal, dan kekuasaan-Nya yang tak terhalangi.

“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ‘jadilah!’ maka terjadilah ia.” (Yaasiin: 82)

Sekarang perhatikan hikmah serat-serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan ke sana sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat-urat yang tersebar di badan yang mengantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat-serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. la berfungsi seperti otot dan urat bagi badan hewan.
Kemudian perhatikan hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Tahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak, tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada di sana sebagai pelindung dahan dari panas (matahari). Hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan-dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baju baru yang lebih indah. Maha Besar Allah yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun-daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izin- Nya, dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan-Nya.
Di samping itu, kalau saja manusia menyaksikan sedemikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah-buahan, dahan-dahan, dan pohon-pohon, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain, dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia-sia. Allah SWT berfirman,

“Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada- Nya.” (ar-Rahmaan: 6)

An-najm adalah tanaman yang tidak berbatang, sedang asy-syajar adalah yang punya batang.96 Semuanya sujud dan bertasbih kepada tuhan.
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan, tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (al-lsraa”: 44). []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post terkait

Smandak Menyambut Presiden RI

Istighosah dan Muhasabah

OSN KABUPATEN 2018